Kontroversi Indonesia Raya

Kontroversi mengenai keberadaan Lagu Nasional kita, Indonesia Raya terus bergulir dan mengundang beberapa pakar tentang sejarah untuk ikut andil ngomong. Lagu Indonesia Raya yang ditemukan Roy Suryo memang terdiri dari 3 Stanza ( Bagian ), namun menurut Sejarawan Universitas Gajah Mada, Ahmad Adaby Darban seperti ditulis di Media Indonesia, mengatakan bahwa lagu Indonesia Raya yang asli memang hanya satu stanza seperti yang kita kenal sekarang, sedang dua stanza lainnya muncul belakangan. Menurut Adaby, dua stanza yang lainnya muncul pada saat jaman penjajahan Jepang, yang saat itu dimuat di surat kabar Sinar Asia.

laguindonesiaraya.jpgSementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh menilai lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya versi asli yang ditemukan di perpustakaan Leiden Belanda akan menunggu keputusan pemerintah.

Nah ingin tahu teks lagu Indonesia Raya yang ditemukan Roy Suryo ?
Stanza 1:
Indonesia Tanah Airkoe
Tanah Toempah Darahkoe
Disanalah Akoe berdiri
Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe
Bangsa dan Tanah Airkoe
Marilah Kita berseroe
Indonesia Bersatoe
Hidoeplah Tanahkoe
Hidoeplah Negerikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Sem’wanja
Bangoenlah Djiwanja
Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja

Reff :
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negerikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja
( diulang dua kali )

Stanza 2 :
Indonesia Tanah Jang Moelia
Tanah Kita Jang Kaja
Disanalah Akoe Berdiri
Oentoek Slama lamanja
Indonesia Tanah Poesaka
P’saka Kita Semoeanja
Marilah kita Mendoa
Indonesia Bahagia
Soeboerlah Tanahnja
Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja
Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

Reff :
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negerikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja
( diulang dua kali )

Stanza 3 :
Indonesia Tanah Jang Soetji
Tanah Kita Jang Sakti
Disanalah Akoe Berdiri
‘Ndjaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjanji
Indonesia Abadi
S’lamatlah Ra’jatnya
S’lamatlah Poetranja
Poeloenja Laoetnja Sem’wanja
Majoelah Negerinja
Majoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja

Reff :
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negerikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja
( diulang dua kali )

Bagaimana menurut anda ? ah, sebaiknya kita tunggu apa langkah yang akan diambil pemerintah.

6 Agustus , 2007 at 1:51 pm Tinggalkan komentar

Korupsi….oh korupsi !

Saat reformasi 1998 lalu , isu yang paling hangat untuk dilenyapkan dari bangsa ini adalah KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ), namun sampai saat ini, yang namanya KKN masih saja merajalela di seantero wilayah negeri…..dari Sabang sampai Merauke, banyak kasus KKN yang mencuat ke permukaan. Yang paling kentara adalah masalah Korupsi, hampir disegala bidang, baik pemerintahan ataupun BUMN, Korupsi masih menduduki peringkat pertama  dari berbagai penyelewengan.

uang-koin.jpg Entah bagaimana jadinya bangsa ini, kalau terus menerus masih saja direpotkan dan tentu saja dirugikan oleh tikus-tikus kantor yang selalu menggerogoti kekayaan rakyat. Dan yang terbaru adalah kasus yang melibatkan Bupati Garut, Agus Supriadi yang disangka telah merugikan negara senilai Rp. 6,9 miliar.

Indonesia sebagai negara besar, memang merupakan lahan yang empuk untuk digerogoti, dengan kekayaan alam yang melimpah ruah, tanah air kita gemuk oleh berbagai macam lahan, minyak kita punya, emas kita punya, rempah-rempah melimpah, kekayaan laut jangan ditanya lagi karena begitu beragamnya…..sampai Sumber Daya Manusia sebetulnya kita sangat menunjang, namun kenapa kemakmuran bangsa ini sampai saat ini masih jalan ditempat, jangan bandingkan dengan Amerika atau negara-negara Eropa atau Jepang, Korea, Singapura…..tapi dengan Malaysia saja kita masih ketinggalan. Apa yang salah dengan bangsa ini ? jawabnya adalah KKN masih merajalela, yang penting perut sendiri kenyang, peduli dengan orang lain…….

31 Juli , 2007 at 12:33 pm Tinggalkan komentar

SBY vs Zaenal Ma’arif

sgaruda.gif Perseteruan antara Presiden SBY dengan Zaenal   Ma’arif akhir-akhir semakin seru, malah sudah sampai ke jalur hukum, ketika SBY melaporkan Zaenal Ma’arif ke Polda Metro Jaya Ahad, 29 Juli 2007 kemarin dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Apa yang dapat kita ambil dari peristiwa semacam ini ? dapat disimpulkan bahwa dengan cara seperti ini, SBY sebagai Presiden ingin memberikan kesadaran pada kita tentang taat hukum, bahwa siapapun sebagai warga negara mempunyai hak untuk dilindungi oleh hukum, dan tidak bisa semena-mena melanggar hukum. Menurut pakar politik Universitas Indonesia, Andrianof Chaniago dan Cecep Effenddi, seperti ditulis di Media Indonesia, langkah SBY untuk melaporkan Zaenal Ma’arif atas pencemaran nama baiknya sangatlah tepat, pasalnya pernyataan Zaenal adalah serangan bersifat pribadi bukan terhadap institusi kepresidenan.

Dengan adanya peristiwa semacam itu pula, bisa membuat mata kita kembali terbuka, banyak sekali politikus kita yang ternyata bermental kerdil, bermental tempe ( eh tempe masih bergizi, mungkin lebih cocok mental ampas tahu….!! ), hanya karena kehilangan jabatan, jadinya morang maring bermata gelap menyalahkan siapa saja yang dianggapnya sebagai penyebab, padahal pergantian tersebut berdasarkan mekanisme yang benar, Presiden hanya mengesahkan secara administrasi.

Yang pasti, sebagai warga negara akhirnya kita berkesimpulan, akan berpikir seribu kali lagi untuk memilih wakil rakyat yang berasal dari parpol, kalau ternyata mental mereka seperti ampas tahu. Adanya keputusan MK tentang calon independen dalam berbagai pemilihan, merupakan solusi untuk memilih yang benar-benar berasal dari rakyat, yang benar-benar diketahui asal muasalnya, yang benar-benar akan membela kepentingan rakyat, bukan golongan atau partai.

30 Juli , 2007 at 11:51 am Tinggalkan komentar

Euforia ….!

Penampilan timnas Indonesia di pentas Piala Asia 2007 di Jakarta memang menjanjikan, di pertandingan pertama melawan Bahrain, Indonesia menang 2-1, dipertandingan kedua lawan Arab Saudi walaupun kalah 1-2 Indonesia menampilkan permainan yang cukup menjanjikan penuh dengan spirit perjuangan tanpa kenal lelah dari seluruh pemain, Arab Saudi-pun dengan susah payah bisa memenangkan pertandingan dengan skor tipis, sementara pertandingan ketiga melawan Korea Selatan, Indonesia kembali kalah tipis 0-1.

firman-utina-pssi-bahrain.jpgSejarah untuk maju ke babak berikutnya memang tidak tercipta, namun dengan penampilan yang cukup memikat, Timnas Indonesia bisa memangkan hati seluruh masyarakat pencinta bola di tanah air, euforia menjalar ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari Presiden sampai para penarik becak, mereka bangga dengan penampilan timnas.

Namun sebenarnya, perjalanan panjang timnas masih menunggu, penampilan timnas diajang Piala Asia memang menjanjikan, namun hal itu sebaiknya tidak menjadikan kita terlena, masih banyak yang harus dibenahi, mental bertanding, stamina maupun teknik masih harus diasah terus, untuk sekarang mungkin kita masih bisa bersaing di tingkat Asia Tenggara, tapi untuk tingkat Asia apalagi Dunia, kita masih harus banyak belajar.

Jadi hentikan untuk sementara euforia ini, mari kita kembali menjejakkan kaki ke bumi, benahi semua yang belum sempurna, masih banyak waktu mumpung dukungan masyarakat Indonesia masih ada.

28 Juli , 2007 at 4:13 am Tinggalkan komentar


Dirgahayu Indonesiaku, Jayalah Bangsaku......Jayalah Tanah Airku !!!

Kalender

Juli 2014
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kata Mutiara

Setiap manusia itu ibarat bulan, yang memiliki sisi kelam yang tak pernah bisa ia tunjukkan kepada siapapun - Mark Twain

Arsip

Pos-pos Terakhir

Feed Readers

Feeds

Statistik

  • 14,619 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.